Langkah strategis dalam penanganan sampah kembali diambil oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung. Hal ini terlihat ketika Bupati Klungkung, I Made Satria menerima alat mini pirolisis (pengelolaan sampah tanpa asap dan bau) skala desa dari Pembina Disascondension, Dr. I Gusti Ngurah Putra Eka Santosa di Rumah Jabatan (RJ) Bupati Klungkung, Selasa (12/5).
Menurut Pembina Disascondension, Dr. I Gusti Ngurah Putra Eka Santosa teknologi pirolisis ini merupakan metode pemusnahan sampah melalui proses dekomposisi termal tanpa oksigen, yang tidak hanya mereduksi volume sampah secara signifikan, tetapi juga mengubahnya menjadi produk bernilai guna seperti arang yang nantinya dapat dimanfaatkan kembali. Alat ini juga menggunakan metode pengeringan tanpa residu dan asap dan juga dapat mengurangi 75 persen volume sampah. “Jadi alat mini pirolisis ini dapat digunakan ditingkat desa, alat ini juga bisa mengelola sampah organik seperti canang/sarana banten 200 kg per hari setelah di olah akan menjadi arang yang nantinya memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Bupati Satria sangat menyambut baik sistem pengelolaan alat ini. Bupati menugaskan dinas terkait agar segera mengkaji untuk pengadaan unit pirolisis ini sehingga nantinya bisa ditempatkan di titik strategis di tingkat Kecamatan maupun ditempat-tempat suci/pura. “Saya berharap masyarakat juga semakin bersemangat dalam memilah sampah dari rumah. Teknologi sudah ada, dukungan pemerintah siap, sekarang tinggal sinergi kita dan paling penting tingkatkan kesadaran bersama untuk mewujudkan Klungkung bersih dan asri,” pungkasnya.
Salam Mahottama